"AASSALAMU'ALAIKUM Wr. Wb ,,,,, WELCOME TO PUSPA'S BLOG ,,,, SEMOGA BERMANFAAT "

Senin, 11 Februari 2013

Khazanah Anak

KETEGUHAN MUSH'AB BIN UMAIR

     Mush'ab bin Umair adalah seorang pemuda Quraisy yang lahir dari keluarga kaya dan terpandang. Ia tampan , cerdas , penuh semangat dan dimanjakan orang tuanya. Ia menjadi buah bibir gadis-gadis Mekkah dan menjadi bintang di tempat-tempat pertemuan.

     Suatu hari Mush'ab mendengar berita tentang Rasul , yang diutus Allah untuk menyampaikan Islam. Diantara berita yang didengarnya adalah bahwa Rasulullah SAW bersama para sahabat biasa mengadakan pertemuan di Bukit Safa di rumah Arqam bin Abil Arqam , untuk mengajarkan ayat-ayat Al-Qur'an dan cara beribadah kepada Alla.

     Maka pada suatu senja didorong oleh kerinduannya , Mush'ab pergi ke rumah Arqam. Baru saja Mush'ab mengambil tempat duduknya  , ayat-ayat Al-Qr'an mengalir dari kalbu Rasululah bergema melalui bibirnya, meresap di hati Mush'ab. Mush'ab pun terpesona oleh untaian kalimat Rasulullah yang menyentuh hatinya. Ia kemudian masuk Islam.

     Saat itu tak ada yang ditakuti dan dikhawatirkan Mush'ab selain ibunya sendiri , terkait  dengan keIslamannya. Khunas binti Malik ibnda Mush'ab adalah seorang penyembah berhala yang berpendirian kuat , disegani bahkan ditakuti. Mush'ab pun menyembunyikan keislamannya.

     Akhirnya rahasia Mush'ab terkuak. Seorang Quraisy , Utsman bin Thalhah , melihat Mush'ab memasuki rumah Arqam secara sembunyi-sembunyi dan shalat seperti Muhammad SAW. Secepat kilat Utsman memberitahukan hal itu kepada Ibu Mush'ab.

     Mush'ab pun disidang dihadapan ibu , keluarga dan para pembesar Mekkah yang berkumpul dirumahnya. Dengan hati yakin dibacakannya ayat-ayat Al-Qur'an yang disampaikan Rasulullah untuk menyentuh hati nurani mereka , mengisinya dengan hikmah , kemuliaan , kejujuran , dan ketaqwaan. Hampir saja sang ibu membungkamnya , dengan sebuah tamparan. Namun, akhirnya sang ibu memilih untuk mengurung Mush'ab .

     Demi keyakinannya pada kebenaran Islam, Mush'ab melarikan diri.Sejak itu ibunya menghentikan segala pemberianyya. Untuk menggoyahkan Mush'ab sang ibu mengancam " Aku akan mogok makan sampai mati jika kamu tak mau kembali ke agama nenek moyang".

     Meski Mush'ab sangat sayang ibunya , ia tetap teguh. Dengan menagis Mush'ab berkata " Wahai Ibu, walau ibu bernyawa seribu.Dan satu persatu nyawa nyawa ibu tercabut dihadapanku , aku tetap takkan murtad dari Islam. Telah ananda sampaikan karena kasih kepada ibu. Saksikanlah bahwa tiada Tuhan melainkan Allah , dan Muhammad utusan-Nya".

     Mendengar jawaban Mush'ab sang ibu justru mengusirnya. " Demi Bintang! aku takkan masuk agamamu. Otakku bisa rusak , dan buah pikirku tak lagi diindahkan orang. Pergilah sesuka hatimu ! Aku bukan ibumu lagi!."

     Demikian Mush'ab meninggalkan kemewahan dan kesenangan yang dinikmatinya . Ia hidup seadanya namun bahagia karena jiwanya telah dihiasi aqidah suci dan cemerlang. Dirinya telah berubah menjadi manusia yang dihormati , penuh wibawa , disegani karena kecerdasan & kesolehannya di bawah bimbingan Rasulullah yang sangat mengasihinya.
     Mush'ab tetap teguh hingga syahid pada perang uhud. Saat Rasulullah berada disamping jasad Mush'ab dengan bercucuran air mata Beliau berdo'a dan membaca surat Al-Ahzab ayat 23 : " Sebagian mu'min ada yang telah menepati janji mereka kepada Allah , sebagian mereka mati syahid , sebagian lainnya menunggu dan mereka tidak pernah mengingkari janji".

     Begitulah kisahnya,, Kita bisa mengambil hikmahnya yaitu kita harus selalu menjaga agama kita dengan rajin beribadah , agar Allah juga menjaga kita. Kita tanamkan dalam hati kita bahwa kita akan selalu Muslim sampai kapanpun. Pokoknya...Islam sampai mati......

sumber : alkisahteladan.blogspot.com

1 komentar: